<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ma'had Umar Bin Khattab Kuningan</title>
	<atom:link href="http://mahadumarbinkhattab.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mahadumarbinkhattab.wordpress.com</link>
	<description>Berdakwah dengan Tuntunan Manhaj Salaf</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Jun 2008 14:35:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='mahadumarbinkhattab.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ma'had Umar Bin Khattab Kuningan</title>
		<link>http://mahadumarbinkhattab.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mahadumarbinkhattab.wordpress.com/osd.xml" title="Ma&#039;had Umar Bin Khattab Kuningan" />
	<atom:link rel='hub' href='http://mahadumarbinkhattab.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>&#8216;Aina</title>
		<link>http://mahadumarbinkhattab.wordpress.com/2008/06/26/aina/</link>
		<comments>http://mahadumarbinkhattab.wordpress.com/2008/06/26/aina/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 14:35:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mahadumarbinkhattab</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahadumarbinkhattab.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[  ‘AINAA Dari Tsabit Al Banani dia menceritakan, ada seorang pemuda yang terlibat dalam sebuah peperangan. Pemuda tersebut begitu kuat keinginannya untuk menjadi seorang syuhada. Entah berapa peperangan yang telah ia ikuti namun syahid tak kunjung menyapanya. Sehingga pemuda itu bertekad jika dalam peperangan ini dirinya tidak terbunuh di jalan Allah, aku akan kembali ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahadumarbinkhattab.wordpress.com&amp;blog=2842231&amp;post=15&amp;subd=mahadumarbinkhattab&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<p align="center">‘<span style="font-size:medium;">AINAA</span></p>
<p class="western" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman, serif;"><span style="font-size:small;"><span style="font-size:300%;float:left;font-family:'Book Antiqua', serif;">D</span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Book Antiqua, serif;">ari Tsabit Al Banani dia menceritakan, ada seorang pemuda yang terlibat dalam sebuah peperangan. Pemuda tersebut begitu kuat keinginannya untuk menjadi seorang syuhada. Entah berapa peperangan yang telah ia ikuti namun syahid tak kunjung menyapanya. Sehingga pemuda itu bertekad jika dalam peperangan ini dirinya tidak terbunuh di jalan Allah, aku akan kembali ke kampung halaman dulu, kata pemuda tersebut kepada kawan-kawan seperjuangannya. Aku mau menikah, katanya berbinar. Hari itu panas cukup menyengat. Orang yang sedang berpuasa seperti dirinya berusaha mencari tempat berteduh, seperti di bawah pohon yang tidak jauh dari kemah pasukannya. Tak lama kemudian pemuda inipun terlelap tidur siang. Menjelang matahari tergelincir para sahabatnya membangunkan pemuda tersebut untuk sholat dhuhur. Namun mereka keheranan, tidak seperti biasanya ia bersegera untuk sholat. Pemuda itu tidak bergegas mengambil air wudlu, ia bahkan menangis tersedu saat terjaga dari tidurnya. Para sahabatnya merasa khawatir telah terjadi sesuatu kepadanya. “Ada apa dengan dirimu, ya akhi” kata mereka. Setelah diam sejenak menenangkan dirinya si Pemuda menjawab “Tidak ada apa-apa kawan. Tak ada yang perlu kalian khawatirkan terhadap diriku” katanya. Aku hanya bermimpi tadi. Iapun kemudian menceritakan mimpi yang dialaminya. Mimpi yang membuatnya menangis tatkala dibangunkan oleh kawan-kawannya. Dalam tidurku, kata pemuda itu menceritakan mimpinya, aku didatangi seseorang. “Ayo ikut aku menemui isterimu, ‘Aina”. Lantas akupun ikut dengannya. Aku diajaknya memasuki satu negeri yang terang penuh cahaya. Belum hilang rasa takjubku, aku diajaknya memasuki sebuah taman yang teramat indah yang keindahannya belum pernah kulihat sebelumnya. Kudapati ditaman itu sepuluh wanita yang kecantikannya belum pernah kulihat seumur hidupku. Aku tanyakan pada salah satu di antara mereka. “Adakah diantara kalian ‘<strong><em>Aina</em></strong></span></span><sup><span style="font-size:xx-small;font-family:Book Antiqua, serif;"><a class="sdfootnoteanc" name="sdfootnote1anc" href="http://mahadumarbinkhattab.wordpress.com/wp-admin/#sdfootnote1sym"><sup>1</sup></a></span></sup><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Book Antiqua, serif;">” tanyaku. Diantara mereka menjawab :”Ya ‘Aina ada, kami hanya dayang-dayangnya, masuklah ke sana” Subhanallah, dayang-dayangnya seperti ini bagaimana dengan ‘Aina, pikirku. Lantas aku masuk dengan yang mengajaku tadi ke taman yang ada di dalamnya. Kudapati taman yang jauh lebih indah dari taman sebelumnya. Yang lebih menakjubkan lagi di sana ada duapuluh wanita cantik yang kecantikannya jauh melebihi sepuluh ‘dayang’ yang kutemui di taman sebelumnya. Kutanyakan pada duapuluh wanita jelita itu, adakah diantara kalian ‘Aina? Mereka menjawab :”Ya, ‘Aina ada dan kami adalah dayang-dayangnya, masuklah” Akupun masuk ketempat yang mereka tunjuki. Lagi-lagi pemandangan yang luarbiasa terhampar di depan mataku. Taman yang jauh melebihi dua taman yang terlebih dahulu aku masuki. Di sanapun tampak tigapuluh wanita teramat cantik yang melebihi wanita-wanita yang kutemui tadi. Mereka yang ternyata juga adalah dayang-ayang mempersilakan aku untuk memasuki sebuah kubah terbuat dari batu Yaqut berwarna merah, yang sinar cahayanya berpendar di sekitarnya. Masuklah, kata orang yang mengantarku. Akupun memasukinya dan kudapati seorang wanita cantik jelita mengalahkan semua wanita yang aku lihat sebelumnya, dia duduk seorang diri. Aku duduk menghampirinya. Kami berbicara dengannya. Saat kami berbicara orang yang mengantarku memanggil di luar. “Ayo kita harus segera pergi” katanya. Entahlah, aku seperti tidak memiliki kekuatan untuk menolaknya padahal aku masih ingin bersamanya. Kulihat mendung menggantung d iwajah ‘Aina. Matanya seakan berbicara agar aku tidak meninggalkannya. “Berbukalah dengan kami malam ini ya!” kata ‘Aina memintaku. Saat itulah aku dibangunkan kalian. Ternyata itu adalah mimpi. Itulah yang menyebabkan aku menangis, kata pemuda itu mengakhiri ceritanya.</span></span></span></span></p>
<p class="western" align="justify"><span style="font-family:Book Antiqua, serif;"><span style="font-size:x-small;">Setelah sholat, panggilan jihad dikumadangkan. Kaum muslimin kemudian bergegas mempersiapkan diri untuk menghadapi musuh. Terjadilah peperangan dahsyat dengan musuh-musuh Islam. Ketika matahari mendekati peraduannya, ketika orang yang berpuasa saatnya berbuka, pemuda itu mendapat apa yang dia inginkan. Ia terbunuh dalam keadaan masih berpuasa. Aku meduganya, kata Tsabit, ia dari kalangan kaum Anshar. Sepertinya dia mengetahui apa yang akan didapatkannya.</span></span></p>
<p class="western" align="justify"> </p>
<p class="western">Diterjemahkan secara bebas oleh Ustadz Abu Zaky bin Muctar Dari Kitab <strong><em>Kitabul Jihad</em></strong> Karya Al Imam Al Hafidz Al Mujahid Abdullah ibnul Mubarak.</p>
<p class="western" align="justify"> </p>
<div id="sdfootnote1">
<p class="sdfootnote"><a class="sdfootnotesym" name="sdfootnote1sym" href="http://mahadumarbinkhattab.wordpress.com/wp-admin/#sdfootnote1anc">1</a> ‘Aina artinya yang bermata jeli-berbinar (Lisanul ‘Arab 13/302)</p>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahadumarbinkhattab.wordpress.com&amp;blog=2842231&amp;post=15&amp;subd=mahadumarbinkhattab&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahadumarbinkhattab.wordpress.com/2008/06/26/aina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d5772ca7b7655a0d27500301e9a3d84a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mahadumarbinkhattab</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pembatal Keislaman</title>
		<link>http://mahadumarbinkhattab.wordpress.com/2008/06/26/pembatal-keislaman/</link>
		<comments>http://mahadumarbinkhattab.wordpress.com/2008/06/26/pembatal-keislaman/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 14:31:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mahadumarbinkhattab</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manhaj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahadumarbinkhattab.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[  Pembatal-pembatal Keislaman   Pembaca yang kami muliakan. Barakallahu fikum, setelah kita mengetahui pada edisi yang sebelumnya tentang makna لاإله إلاالله dan syarat–syaratnya, maka insya Allah pada edisi kali ini akan kami sajikan kepada sidang pembaca permasalahan penting yang berkaitan dengan pembatal keislaman. Sebagaimana kita ketahui, Islam memiliki pembatal-pembatal seperti halnya wudhu, sholat, puasa dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahadumarbinkhattab.wordpress.com&amp;blog=2842231&amp;post=13&amp;subd=mahadumarbinkhattab&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="center"><span style="font-size:medium;">Pembatal-pembatal Keislaman </span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:1.27cm;" lang="en-US" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:1.27cm;" align="justify"><span lang="en-US">Pembaca yang kami muliakan. Barakallahu fikum, setelah kita mengetahui pada edisi yang sebelumnya tentang makna </span><span style="font-family:Tahoma;">لاإله إلاالله </span><span lang="en-US">dan syarat–syaratnya, maka insya Allah pada edisi kali ini akan kami sajikan kepada sidang pembaca permasalahan penting yang berkaitan dengan pembatal keislaman. Sebagaimana kita ketahui, Islam memiliki pembatal-pembatal seperti halnya wudhu, sholat, puasa dan lain-lainnya yang memiliki pembatal. Dengan demikian, pembatal-pembatal keislaman dapat mengeluarkan seseorang dari agamanya. Oleh karenanya, sangat penting bagi seorang muslim, baik laki-laki maupun perempuan untuk mempelajari perkara-perkara yang dapat membatalkan keislamannya, agar sedapat mungkin untuk menjauhinya dan berhati-hati darinya.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:1.27cm;" lang="en-US" align="justify">Pembaca yang kami muliakan, mengingat ini adalah perkara besar yang wajib diketahui oleh kaum muslimin, maka para ulama dengan segenap kemampuan mereka berupaya mengumpulkan pembatal-pembatal keislaman agar umat mengerti. Dengan mengetahui ilmunya diharapkan umat Islam bisa terhindar dari sesuatu yang akan membatalkan keislamannya. Ada sepuluh pembatal keislaman yang telah dikumpulkan para ulama yang semuanya bersumber dari al Quran dan Sunnah Rasullah yang rinciannya sebagai berikut :</p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:1.27cm;" align="justify"><span lang="en-US"><strong><em>Pembatal pertama,</em></strong> mempersekutukan Allah dalam peribadatan, yaitu beribadah kepada Allah namun disaat yang sama dia juga memberikan peribadatan kepada selain Allah. Seperti berdoa serta memohon keberkahan kepada orang yang telah meninggal atau kepada benda yang dikeramatkan dan jenis-jenis peribadatan lainnya. Jika seorang muslim meninggal dalam keadaan syirik seperti itu, Allah tidak akan mengampuni dosa-dosanya. Allah akan memberikan balasan bagi orang-orang yang menyekutukan-Nya dengan azab yang pedih dan tempat kembalinya adalah neraka. <strong><em>Na’udzubillahi.</em></strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:1.27cm;" lang="en-US" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom:0;" dir="rtl" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-size:medium;"><strong>إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><em><span lang="en-US"><strong>Artinya:</strong>“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya”.<strong> (An-Nisaa’: 48).</strong></span></em></p>
<p style="margin-bottom:0;" dir="rtl" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-size:medium;"><strong>إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><em><span lang="en-US"><strong>Artinya</strong>:”Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun”. <strong>(Al- Maaidah :72). </strong></span></em></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:1.27cm;" align="justify"><span lang="en-US"><strong>Imam Bukhari</strong> dan <strong>Muslim</strong> telah meriwayatkan dalam kitab shahih keduanya dari hadits <strong><em>Abdullah bin Mas’ud </em></strong><span style="font-family:AGA Arabesque;"></span><strong><em> </em></strong>: bahwa Rasulullah <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span> telah bersabda :</span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:1.27cm;" lang="en-US" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom:0;" dir="rtl" align="justify"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-family:Traditional Arabic;"><span style="font-size:medium;">مَنْ مَات يُشْرِكُ بِااللهِ شَيْئًادَخَلَ النَّارَ</span></span></strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><em><span lang="en-US"><strong>Artinya:</strong>“ Barangsiapa yang mati dalam keadaan menyekutukan Allah dengan sesuatu, maka masuk neraka”.</span></em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US">Juga diriwayatkan oleh <strong>Imam Muslm</strong> dari <strong><em>Jabir </em></strong>bahwa Rasulullah <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span> bersabda :<strong><em> </em></strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom:0;" dir="rtl" align="justify"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:Traditional Arabic;">مَنْ لَقِيَ اللهَ لاَ يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ </span></span></strong></span><strong><span lang="en-US"><span style="font-size:medium;">. </span></span></strong><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:Traditional Arabic;">وَمَنْ لَقِيَهُ يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا دَخَلَ النَّارَ</span></span></strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US"><strong><em>Artinya:</em></strong> <em>“Barangsiapa yang bertemu dengan Allah dalam keadaan tidak menyekutukanNya dengan sesuatupun, maka dia masuk surga. Dan barangsiapa yang bertemu dengan Allah dalam keadaan menyekutukan Allah maka dia masuk neraka”</em>.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US">Termasuk yang bisa membatalkan keislaman seseorang adalah menjadikan orang-orang saleh yang telah meninggal atau benda-benda mati lainnya sebagai perantara (wasilah) antara dirinya dengan Allah.. Melalui benda-benda mati tadi mereka beribadah, <em>ngalap berkah, nyalindung, </em>menyeru, meminta, dan bertawakal kepada Allah. Padahal Allah telah menjadikan perbuatan tersebut yaitu menjadikan mereka sebagai wasilah (cara atau jalan) yang dianggap dapat mendekatkan diri-diri mereka kepada Allah sebagai suatu kesyirikan. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify">Allah berfirman:</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom:0;" dir="rtl" align="justify"><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:Andalus;">و</span><strong>َيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَؤُلَاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ قُلْ أَتُنَبِّئُونَ اللَّهَ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِي السَّمَوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US"><em><strong>Artinya: </strong>Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfa`atan, dan mereka berkata: &#8220;Mereka itu adalah pemberi syafa`at kepada kami di sisi Allah&#8221;. Katakanlah: &#8220;Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak (pula) di bumi?&#8221; Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka mempersekutukan (itu)<strong>.</strong></em>(Yunus:18)<strong><em> </em></strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom:0;" dir="rtl" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-size:medium;"><strong>وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US"><em><strong>Artinya</strong> : “…dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): &#8220;Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya&#8221;…</em>(Az Zumar : 3)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US">Perhatikan juga apa yang Allah kisahkan tentang Nabi <strong><em>Isa alaihissalam</em></strong>, beliau berlepas diri dari apa yang dilakukan umat Kristiani terhadap dirinya.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom:0;" dir="rtl" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-size:medium;"><strong>وَإِذْ قَالَ اللَّهُ يَاعِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ ءَأَنْتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَهَيْنِ مِنْ دُونِ اللَّهِ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ إِنْ كُنْتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلَا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US"><em><strong>Artinya: </strong>Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: &#8220;Hai `Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: &#8220;Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?&#8221; `Isa menjawab: &#8220;Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib&#8221;.</em>(Al Maidah : 116).</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify">Di ayat lain Allah berfirman :</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom:0;" dir="rtl" align="justify"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-size:medium;">وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا ثُمَّ يَقُولُ لِلْمَلَائِكَةِ أَهَؤُلَاءِ إِيَّاكُمْ كَانُوا يَعْبُدُونَ قَالُوا سُبْحَانَكَ أَنْتَ وَلِيُّنَا مِنْ دُونِهِمْ بَلْ كَانُوا يَعْبُدُونَ الْجِنَّ أَكْثَرُهُمْ بِهِمْ مُؤْمِنُونَ</span></strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><em><span lang="en-US">Dan (ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada malaikat: &#8220;Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?&#8221;.</span> <span lang="en-US">Malaikat-malaikat itu menjawab: &#8220;Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka: bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu&#8221;.</span></em><span lang="en-US">( Saba : 40-41)<strong>.</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US"><strong><em>Pembatal Kedua </em></strong>adalah murtad (keluar dari Islam). Seseorang yang keluar dari Islam dan memilih agama lain apakah itu Yahudi, Kristen, Katholik, Agama Karuhun (kepercayaan, kejawen dan sejenisnya), Agama Ahmadiyah, Agama Syi’ah Rafidlah dan sejenisnya, maka orang tersebut telah kafir. Termasuk mereka yang terbawa pada keyakinan istri atau suaminya atau karena godaan dunia lainnya yang menyebabkan berpindah agama.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify">Allah nyatakan dalam al Quran :</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom:0;" dir="rtl" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-size:medium;"><strong>وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US"><em><strong>Artinya:</strong>“Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya”.</em> <strong>(Al-Baqarah : 217)</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom:0;" dir="rtl" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-size:medium;"><strong>يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US"><em><strong>Artinya</strong> :”Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu&#8217;min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”</em>. <strong>( Al Maidah : 54)</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US">Diriwayatkan oleh <strong>Imam Bukhari</strong> dan <strong>Muslim</strong> dari hadits <strong><em>Abdullah bin Mas’ud</em></strong>, bahwa Rasulullah <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span> telah bersabda :</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" dir="rtl" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-size:medium;">لاَ يَحِلُّ دَمُّ امْرِئٍ مُسْلِمٍ يَشْهَدُ أنْ لاَ إلهَ إلا الله وَ أنِّيْ رَسُوْلُ اللهِ إلاّ بِإِحْدَى ثَلاَثٍ </span></span><span style="font-size:medium;">: </span><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-size:medium;">اَلثَّيِّبُ الزَّانِيْ</span></span><span style="font-size:medium;">, </span><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-size:medium;">وَالنَّفْسُ بِالنَّفْسِ</span></span><span style="font-size:medium;">, </span><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-size:medium;">وَالتَّارِكُ لِدِيْنِهِ اْلمُفاَرِقُ لِلْجَمَاعَةِ </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><em><span lang="en-US"><strong>Artinya</strong> : “Tidak halal darah seorang muslim yang sudah bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi melainkan Allah dan (menyaksikan) aku adalah Rasulullah kecuali (melakukan) salah satu dari tiga perkara : berzina, membunuh dan keluar dari agamanya”</span></em></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US"><strong><em>Pembatal ketiga</em></strong> adalah barangsiapa yang tidak mengkafirkan kaum musyrikin atau ragu dengan kekufuran yang ada pada mereka atau dia membenarkan keyakinan mereka. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US">Allah <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span> berfirman tentang nabi <strong><em>Ibrahim </em></strong><span style="font-family:AGA Arabesque;"></span><strong><em> </em></strong>:</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" dir="rtl" align="justify"><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:Traditional Arabic;">و<strong>َإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ إِنَّنِي بَرَاءٌ مِمَّا تَعْبُدُونَ</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><em><span lang="en-US"><strong>Artinya: </strong>Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: &#8220;Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu sembah”. <strong>(Az-Zukhruf:26).</strong></span></em></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US">Dan juga apa yang difirmankan Allah <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span> kepada nabi <strong><em>Muhammad </em></strong><span style="font-family:AGA Arabesque;"></span><strong><em>.</em></strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom:0;" dir="rtl" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family:Traditional Arabic;"><span style="font-size:medium;"><strong>لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا ءَابَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ أُولَئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><em><span lang="en-US"><strong>Artinya:</strong> “ Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka”.<strong> (Al- Mujaadilah:22).</strong></span></em></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US">Kepada Yahudi, Nasrani, Majusi, Penyembah Karuhun, Ahmadiyah, Syi’ah Rafidhah kita mesti katakan mereka adalah kafir. Sungguhpun demikian, dalam mensikapinya ada hukum-hukum yang mengikatnya. Kekafiran mereka bukan menjadi alasan begitu saja untuk menghalalkan darah mereka. Tidak seperti para teroris yang mengaku mujahidin, yang membunuh jiwa tanpa bimbingan ilmu, Ahlussunnah bersikap adil dan terbimbing dalam menghadapi orang-orang kafir. Jangankan terhadap kafir <em>Muahhad</em> (yang terikat perjanjian seperti Korps Diplomatik, Ekspatriat, Wisatawan Asing dan sejenisnya) bahkan terhadap kafir <em>Harbi</em> (yang memerangi kaum muslimin) sekalipun, Islam memiliki etika untuk tidak menggempur anak-anak, wanita dan orang-orang renta. Ahlussunnah tidak menyamaratakan begitu saja. Inilah ketinggian nilai-nilai Islam : elegan dan adil terhadap siapapun. Itulah sikap pendahulu umat ini seperti Rasulullah <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span> dan para sahabatnya <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span>. Kendati kebencian mereka terhadap musyrikin dan orang-orang kafir sudah memuncak, tapi mereka terkendali dengan bimbingan syariat yang mulia ini. Rasul <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span> tidak pernah membunuh utusan musuh, melarang membunuh anak-anak dan wanita dan melarang merusak jenazah musuh. Adapun di negeri kita, <em>walhamdulillah</em> dalam perkara ini, negara mengatur tata hubungan dengan mereka. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify">Berbeda dengan hizbiyun dan sururiyun yang berupaya untuk terus membentuk opini dan aksi agar terjadi benturan antara kaum muslimin dan pemerintahnya. Opini dibentuk dengan mengesankan pemerintah kafir, korup dan tidak becus memberengus kemungkaran. Aksi dilakukan dengan demo, instabilitas atau gerakan terselubung dengan memberi dukungan baik pikiran maupun financial kepada mereka yang nekad melakukan aksi yang katanya heroik dan syahid.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify">Kita berlindung kepada Allah dari kesesatan.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US"><strong><em>Pembatal keempat</em></strong> adalah barang siapa yang meyakini adanya petunjuk yang lebih sempurna daripada petunjuk Rasululluh <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span>. Atau berkeyakinan adanya hukum dan ketetapan yang lebih sempurna dari hukum dan ketetapan Rasulullah <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span>. Padahal Allah telah menerangkan apa yang mereka yakini itu termasuk dari kesyirikan. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US">Sebagaimana firman Allah <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span>:</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" dir="rtl" align="justify"><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-family:Traditional Arabic;"><strong><span style="font-size:medium;">أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّه</span></strong><span style="font-size:medium;">ُ</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><em><span lang="en-US"><strong>Artinya:</strong> “Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?”. <strong>(Asy-Syuura:21).</strong></span></em></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US">Dan Allah <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span> juga telah berfirman:</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" dir="rtl" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family:Traditional Arabic;"><span style="font-size:medium;"><strong>وَإِنَّ الشَّيَاطِينَ لَيُوحُونَ إِلَى أَوْلِيَائِهِمْ لِيُجَادِلُوكُمْ وَإِنْ أَطَعْتُمُوهُمْ إِنَّكُمْ لَمُشْرِكُونَ </strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US"><em><strong>Artinya:</strong> “Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu; dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik”</em>. <strong>(Al- An’aam: 121).</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US">Adapun jika dia berhukum dengan selain hukum Allah dan RasulNya dikarenakan hawa nafsu atau dia tidak mengerti apa yang diturunkan oleh Allah dan Rasul-Nya sedang dia masih menyakini hukum Allah dan RasulNya itu yang haq maka ini merupkan perkara <strong><em>kabair</em></strong> (dosa besar).</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US"><strong><em>Pembatal kelima</em></strong> adalah barangsiapa yang membenci sesuatu dari apa yang datang dari Rasul <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span> walaupun dia mengamalkanya dan beriman dengan sebagiannya dan kufur dengan sebagiannya dari apa yang datang dari Rasulullah <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span>. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US">Sebagaimana dikatakan oleh Allah <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span>:</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" dir="rtl" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family:Traditional Arabic;"><span style="font-size:medium;"><strong>ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US"><em><strong>Artinya</strong> : “Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al Qur&#8217;an) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka”<strong>. </strong></em>( Muhammad : 9 )</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom:0;" dir="rtl" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family:Traditional Arabic;"><span style="font-size:medium;"><strong>إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَيُرِيدُونَ أَنْ يُفَرِّقُوا بَيْنَ اللَّهِ وَرُسُلِهِ وَيَقُولُونَ نُؤْمِنُ بِبَعْضٍ وَنَكْفُرُ بِبَعْضٍ وَيُرِيدُونَ أَنْ يَتَّخِذُوا بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلًا</strong></span></span><span style="font-size:medium;"><strong>. </strong></span><span style="font-family:Traditional Arabic;"><span style="font-size:medium;"><strong>أُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ حَقًّا وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُهِينًا </strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US"><em><strong>Artinya : </strong>“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasu-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: &#8220;Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)&#8221;, serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan”</em>. (An-Nisaa’: 150-151)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:1.27cm;" lang="en-US" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:1.27cm;" align="justify"><span lang="en-US"><strong><em>Pembatal keenam </em></strong>adalah barangsiapa yang mengolok-ngolok sesuatu yang datang dari Rasulullah <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span>. Sama saja yang diperolok-olok itu hukumnya wajib ataupun mustahab (sunnah), seperti siwak, memanjangkan jenggot, memotong kumis atau yang lainnya yang datang dari Rasulullah <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span>. Maka barangsiapa yang mengolok-olok atau mencela itu semua, termasuk bentuk kekufuran yang bisa membatalkan keislaman.. Sekalipun memperolok-oloknya dalam rangka main-main atau bercanda. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US">Karena Allah <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span> telah berfirman:</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom:0;" dir="rtl" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family:Traditional Arabic;"><span style="font-size:medium;"><strong>وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَءَايَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ </strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><em><span lang="en-US"><strong>Artinya</strong>: “Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: &#8220;Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja&#8221;. Katakanlah: &#8220;Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?&#8221;.</span> <span lang="en-US">Tidak usah kamu minta ma`af, karena kamu kafir sesudah beriman</span></em><span lang="en-US">. (At-Taubah : 65-66)<strong>. </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US"><em>Asbabunnuzul</em> (sebabnya turunnya) ayat ini adalah disebabkan sikap orang-orang munafik yang memperolok-olok Nabi <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span> dan para sahabatnya <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span>, sebagaimana disebutkan <strong>Abi Hatim</strong> dan <strong>At Thabari</strong> dalam tafsir keduanya dari <strong><em>Ibnu Umar</em></strong> <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span> :</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US">Di hari tatkala kami mengikuti perang Tabuk, ada seseorang yang mengatakan &#8211;tentang sahabat-sahabat Nabi dari kalangan Muhajirin&#8211; : “Aku tidak pernah melihat orang yang paling rakus makannya, paling jelek ucapannya dan paling penakut terhadap musuh semisal para pembaca quran itu (maksudnya para sahabat Nabi)” Lalu ada seseorang yang menyanggahnya : “Dusta kamu, tidak lain kamu seorang munafik. Akan aku adukan kepada Rasulullah ” Maka disampaikan peristiwa itu kepada Nabi <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span> . Dengan penuh ketakutan orang itu mengatakan : “Ya Rasulullah, kami hanya bersenda gurau saja”. Maka turunlah ayat tersebut di atas.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US">Peristiwa ini menjadi peringatan buat kita semua. Syariat agama ini tidak bisa dijadikan bahan guyonan. Jika kita bisa mengamalkannya sekuat tenaga, <em>walhamdulillah</em>. Itu adalah taufiq dan karunia dari Allah. Jika kita belum mampu melakukannya, maka kita mohon kepada Allah ampunanNya seraya terus berusaha dan berdoa agar kita bisa menjalankan ketentuan agama ini dalam kehidupan kita sehari-hari. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US">Termasuk dalam perkara memperolok-olok ini adalah apa yang sering diucapkan oleh Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat hafidzahullah tentang gamis yang dikenakan hampir semua salafiyin ahlussunnah. Beliau sering menyebutnya sebagai rok dengan alasan tidak ada dalil yang jelas yang mengatur pakaian lelaki. Semoga Allah memberi petunjuk kepada kita dan beliau, karena belum kita temukan ucapan seperti ini dari kalangan salaf maupun yang mengikutinya tentang perkara ini. Dengan menghormati kapasitas beliau dalam menyeru umat untuk berpijak di atas sunnah, tidak berlebihan kalau kita katakana , man salafuka fi hadza? Demikian pula dalam masalah purdah (cadar), jika ada penolakan terhadap ketetapan hukumnya yang memang sedari dulu sudah ada khilaf. Pendapat Al Imam Al Albani bisa dijadikan pegangan. Sungguhpun beliau rahimahullah lebih menganggap afdhal ketimbang wajib, tapi semua isteri-isteri beliau dalam keadaan berpurdah. Tidak sebagaimana yang sering kita saksikan para pemberi fatwa dari kalangan thulabul ilmi yang menyatakan ‘bukan wajib” seraya pamer wajah istrinya ke khalayak umum. “Ini lho istriku, cantik kan?” bagitu secara tidak langsung. Kata yang lain : “Hitung-hitung sedekahlah, masa kecantikan isteri dinikmati sendiri aja?” <strong><em>Allahu musta’an</em></strong>.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US"><strong><em>Pembata ketujuh adalah sihir.</em></strong> Barangsiapa yang melakukannya dan ridha akan perbuatan tersebut maka dia kafir.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US">Allah <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span> menurunkan ayatNya tentang kufurnya mereka yang mempelajari dan mengamalkan sihir :</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom:0;" dir="rtl" align="justify"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-family:Traditional Arabic;"><span style="font-size:medium;">وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ</span> </span></strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US"><em>Artinya : “Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: &#8220;Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir&#8221;. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahu” </em><strong>(</strong>Al­-Baqarah : 102<strong>).</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US">Dikatakan oleh <strong><em>Ibnu ‘Abbas</em></strong> <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span>, tatkala menerangkan firman Allah <strong>(</strong></span><span style="font-family:Tahoma;"><strong>إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ</strong></span><span lang="en-US"><strong>) :</strong> <em>“Karena kedua malaikat tersebut mengetahui tentang kebaikan dan kejelekan, keimanan dan kekufuran, maka kedua malikat tersebut mengetahui bahwa sihir itu dari kekufuran”<strong>.</strong></em> </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US">Identik dengan sihir adalah dunia klenik dan perdukunan, karena tidak ada yang bisa dilakukan para dukun melainkan pasti dengan bantuan syaithan dari kalangan jin. Oleh karenanya, Rasulullah <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span> memperingatkan dengan keras umatnya untuk tidak mendatangi dukun dan mendengar ocehannya.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US">Dalam riwayat <strong>Abu Dawud</strong> dari hadist <strong><em>Abu Hurairah</em></strong> <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span> Rasulullah <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span> bersabda :</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" dir="rtl" align="justify"><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-size:medium;"><strong><span style="font-family:Traditional Arabic;">مَنْ ﺃَتَى كَاهِنًا فَصَدَّقَةُ بِمَا يَقُوْلُ فَقَدْكَفَرَبِمَاﺃُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ </span></strong> <strong></strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">“<em><span lang="en-US">Barangsiapa yang mendatangi kahin (dukun/paranormal) lalu membenarkan apa yang dikatakannya, maka ia telah kufur (mengingkari) dengan apa yang telah diturunkan kepada Muhammad “</span></em></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify">Termasuk para dukun adalah yang berpraktek di hotel-hotel dengan tarif konsultasi seperti pengacara kelas atas dan yang membuka konsul via sms untuk urusan nasib dan peruntungan. “Masa depan anda bukan misteri bagi saya” kata seorang dukun yang wajahnya dirias –mungkin—agar mirip dengan iblis pujaannya.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US">Kalangan yang dianggap paham keagamaanpun rupanya tidak ketinggalan dalam urusan klenik seperti ini. Dengan dalih ‘ilmu putih’ yang bersumber dari ajaran Islam –karena didalamnya ada wirid dan do’a—umatpun menganggap ini bukan perkara sihir. Seandainya dituduh sihirpun, kesan madharatnya diturunkan dengan istilah ‘sihir putih’ atau <em>Karomah</em>. Sekiranya memang meminta bantuan kepada para Jin, maka diringankan kerusakannya dengan sebutan bahwa itu bantuan dari Jin Islam atau yang lebih poluler disebut ‘Khadam’. Singkat kata, dunia klenik menjadi hal yang biasa dipelajari dan diajarkan, seperti adanya pemberian ijazah oleh ‘Ahli Hikmah’ dan pembayaran mahar oleh para peminatnya yang ingin <em>sakti mandra guna totosan boja ning kulit.</em></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US">Ahlussunnah mencukupkan diri dengan apa yang datang dari Rasulullah <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span> dan para sahabatnya <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span>. Karena kita tidak mendapatkan satu dalilpun yang menunjukann Rasulullah <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span> mengajarkan seperti itu kepada sahabatnya. Yang ada adalah Rasulullah <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span> terluka dalam peperangan, kecapaian dalam melakukan perjalanan sampai-sampai pernah kesiangan dalam melaksanakan shalat subuh. Rasulpun tidak mengetahui tentang apa yang akan terjadi terhadap dirinya, sebagaimana yang dikatakannya dalam al Quran :</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" dir="rtl" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family:Traditional Arabic;"><span style="font-size:medium;"><strong>قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ إِنْ أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Tahoma;"><em>ِ</em></span><span lang="en-US"><em><strong>Artinya</strong> : Katakanlah: &#8220;Aku tidak berkuasa menarik kemanfa`atan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman&#8221;</em>.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify">Semoga ayat ini menjadi peringatan bagi mereka yang lalai dan renungan bagi yang berpikiran jernih.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US"><strong><em>Pembatal kedelapan</em></strong> adalah barangsiapa yang membela orang-orang kafir dan kaum musyirikan (dalam membenci, memfitnah dan memerangi kaum muslimin) serta menghinakan kaum muslimin, maka telah batal keislamannya. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US">Allah <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span> berfirman:</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" dir="rtl" align="justify"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:Traditional Arabic;">يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ </span></span></strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US"><em><strong>Artinya</strong> : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”. </em><strong>(Al-Maidah : 51)</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US">Dalam perkara ini banyak kita dapati orang-orang yang mengaku muslimin tapi melakukan pembelaan kepada orang-orang yang telah nyata kekafirannya. Agama Ahmadiyah dibela, dan dicelanya muslimin yang menentang dan mengkafirkan agama Ahmadiyah. Yahudi dan Nasrani dibelanya seraya mengatakan :”Siapa yang mengkafirkan Yahudi dan Nasrani, ya harus <em>ngaji</em> lagi” <strong><em>Allahu musta’an!</em></strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US"><strong><em>Pembatal kesembilan</em></strong> adalah barangsiapa yang menyakini bolehnya keluar dari syariat Nabi Muhammad <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span>. Maka barangsiapa menyakini bolehnya demikian orang tersebut telah keluar dari ajaran Nabi Muhammad <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span>. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US">Allah <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span> berfirman:</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" dir="rtl" align="justify"><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:Traditional Arabic;"><strong>وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا كَافَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ</strong> </span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US"><em><strong>Artinya</strong> : “Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui”<strong>.</strong></em><strong> (Saba’ : 28)</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" dir="rtl" align="justify"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:Traditional Arabic;">وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ </span></span></strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US"><em><strong>Artinya</strong> : “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”.</em> <strong>(Al-Anbiyaa : 107</strong>)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" dir="rtl" lang="en-US" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom:0;" dir="rtl" align="justify"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:Traditional Arabic;">قُلْ يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ </span></span></strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US"><em><strong>Artinya</strong> : “Katakanlah: &#8220;Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk&#8221;.</em><strong> (Al-A’raaf :158).</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US">Maka barangsiapa yang tidak menerima dakwah (ajaran) Rasulullah <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span>, sekalipun dia beragama dengan agamanya maka dia termasuk golongan orang-orang kafir.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US"><strong><em>Pembatal kesepuluh </em></strong>adalah barangsiapa yang berpaling dari agama Allah ini yaitu agama Islam, dengan tidak mau mempelajarinya dan mengamalkannya. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US">Allah <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span> mengatakan dalam firmanNya:</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom:0;" dir="rtl" align="justify"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:Traditional Arabic;">وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى</span></span></strong></span><strong><span lang="en-US"><span style="font-size:medium;">.</span></span></strong><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:Traditional Arabic;">قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَى وَقَدْ كُنْتُ بَصِيرًا</span></span></strong></span><strong><span lang="en-US"><span style="font-size:medium;">.</span></span></strong><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:Traditional Arabic;">قَالَ كَذَلِكَ أَتَتْكَ ءَايَاتُنَا فَنَسِيتَهَا وَكَذَلِكَ الْيَوْمَ تُنْسَى</span></span></strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><em><span lang="en-US"><strong>Artinya</strong> : “Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta&#8221;Berkatalah ia: &#8220;Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?&#8221;.</span></em> <span lang="en-US"><em>Allah berfirman: &#8220;Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan&#8221;.</em><strong> (Thaha : 123)</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" dir="rtl" align="justify"><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-size:medium;"><strong><span style="font-family:Traditional Arabic;">وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكِّرَ بِآيَاتِ رَبِّهِ ثُمَّ أَعْرَضَ عَنْهَا إِنَّا مِنَ الْمُجْرِمِينَ مُنْتَقِمُونَ</span></strong> </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US"><em><strong>Artinya</strong> : “Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa”.</em><strong> (As-Sajdah : 22)</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US">Ayat di atas menunjukkan bahwa orang yang berpaling dari agamanya dengan tidak mau mempelajari ilmu dan tidak mengamalkannya serta tidak menjadikannya sebagai perkara yang penting, maka termasuk pada apa yang disebutkan dalam ayat di atas. Berbeda dengan orang yang meninggalkanya karena malas (bukan karena berpaling) maka ia tidak dikatakan kafir akan tetapi dia berdosa dikarenakan kemalasannya tersebut. Adapun orang yang meninggalkan belajar ilmu syar’i dikarenakan tidak ada keinginan sama sekali untuk mempelajarinya. Maka itulah yang dinamakan <strong><em>I’raad</em></strong> (berpaling dari agama Allah). </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong><em><span lang="en-US">Wallahu a’lam bishshawab</span></em></strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahadumarbinkhattab.wordpress.com&amp;blog=2842231&amp;post=13&amp;subd=mahadumarbinkhattab&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahadumarbinkhattab.wordpress.com/2008/06/26/pembatal-keislaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d5772ca7b7655a0d27500301e9a3d84a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mahadumarbinkhattab</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makna Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam</title>
		<link>http://mahadumarbinkhattab.wordpress.com/2008/06/09/makna-rasulullah-shallallahu-alaihi-wasallam/</link>
		<comments>http://mahadumarbinkhattab.wordpress.com/2008/06/09/makna-rasulullah-shallallahu-alaihi-wasallam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jun 2008 15:36:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mahadumarbinkhattab</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahadumarbinkhattab.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[&#60;!&#8211; @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } &#8211;&#62; &#60;!&#8211; @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } &#8211;&#62; &#60;!&#8211; @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } &#8211;&#62; Sidang pembaca yang kami muliakan. Setelah sekian edisi Buletin kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahadumarbinkhattab.wordpress.com&amp;blog=2842231&amp;post=11&amp;subd=mahadumarbinkhattab&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&lt;!&#8211; 		@page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	&#8211;&gt;</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">&lt;!&#8211; 		@page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	&#8211;&gt;</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">&lt;!&#8211; 		@page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	&#8211;&gt;</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="float:left;font-size:300%;">S</span>idang pembaca yang kami muliakan. Setelah sekian edisi Buletin kita ini membahas tentang makna Syahadat kepada Allah, syarat-syarat dan pembatal-pembatalnya. Maka pada edisi kali ini dan insya Allah beberapa edisi berikutnya akan kami sajikan Syahadat yang kedua yaitu Persaksian kita bahwa Nabi Muhammad <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span> itu rasul Allah.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Bagi kita umat Islam, memahami dan meyakini syahadat yang kedua adalah masalah penting. Selain persaksian kepada Allah dan RasulNya <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span> adalah inti dari ajaran Islam, yang barangsiapa mengikrarkan 2 (dua) syahadat ini (mempersaksikan bahwa tidak ada yang berhak diibadahi selain Allah dan mempersaksikan bahwa Nabi Muhammad hamba dan rasul Allah) menjadi seorang muslim yang terlindungi darah, harta dan kehormatannya. Juga kita harus meyakini, kelak di alam kubur, akan diajukan 3 (tiga) pertanyaan :</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center">
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><em>Siapa Rabb-mu? </em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><em>Siapa Nabi-mu? </em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><em>Dan apa agama-mu? </em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan sanad yang hasan dari sahabat Bara’ bin ‘Azib <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span>. Oleh karenanya, sebagai konsekuensi dari syahadat kita bahwa Nabi Muhamad adalah rasul Allah maka kita harus mengenal beliau <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span>. Bagaimana kita akan mengikuti ajarannya dan cinta kepadanya jika kita tidak mengenalnya. Beliau adalah nabi terakhir yang diutus Allah <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span> kepada hambaNya. Beliau berasal dari keturunan Quraisy yang merupakan kabilah Arab paling mulia. Ayah beliau bernama Abdullah bin Abdilmuthalib, ibunya bernama Aminah. Beliau dilahirkan dalam keadaan yatim. Pada usia 6 tahun ibunya meninggal kemudian diasuh kakeknya, ketika kakeknya meninggal lalu dibesarkan dan diasuh oleh pamannya Abu Thalib. Pada usia 25 tahun beliau menikah dengan Khadijah binti Khuwailid. Dari pernikahan itu, Allah karuniai 6 orang anak. 2 putra : Qasim dan Abdullah dan 4 putri : Zainab, Ruqayah, Ummu Kultsum dan Fatimah. 2 putra beliau meninggal dalam usia dini. Beliau dikenal oleh orang Quraisy sebagai orang yang memiliki kepribadian dan berakhlak mulia sehingga dijuluki ‘Al Amin’, artinya ‘orang yang dapat dipercaya’.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Di usia 40 tahun Allah mengangkatnya menjadi seorang nabi dan rasul dengan diturunkan kepadanya Al Quran, yang merupakan mukjizat terbesar. Beliau berdakwah di Makkah, menyeru manusia kepada Islam selama 13 tahun kemudian hijrah ke Madinah dan menetap disana hingga wafat beliau pada hari Senin, 12 Rab’iul Awal tahun 11 Hijriah diusia 63. Tidak ada perselisihan tanggal wafat beliau. Adapun tanggal lahir beliau para ahli tarikh dan sejarah berselisih, sehingga tidak tepat menetapkannya pada tanggal 12 Rabi’ul Awal.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Sidang pembaca yang kami muliakan, Sebagai seorang muslim tentunya bukan hanya sekedar mengenal kepribadian beliau, sebagaimana sekilas kami uraikan di atas. Lebih dari itu, setelah kita mengakui baliau adalah Rasulullah, kita wajib mengenal ajarannya, mentaati segala perintahnya, menjauhi larangannya, membenarkan kabar yang disampaikannya dan beribadah kepada Allah sesuai dengan apa yang disyariatkannya. Allah <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span> memerintahkan kita untuk patuh dan taat kepadaNya dan kepada rasulNya, sebagaimana firmanNya :</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="right"><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:Traditional Arabic;"><strong>إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَـا وَأَطَعْنَا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ</strong></span> </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Artinya : “Sesungguhnya perkataan orang-orang beriman, bila mereka diseru kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul mengadili di antara mereka ialah ucapan.&#8221;"Kami mendengar dan kami patuh.&#8221; Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung”.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">(An Nur : 51)</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Allah <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span> melarang dan mengancam kita semua untuk tidak menyelisihi rasulNya, sebagaimana firmanNya dalam al Quran :</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="right"><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:Traditional Arabic;"><strong>فَلْيَـحْذَرِ الَّذِينَ يُخَـالِفُونَ عَـنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُـمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيـمٌ</strong></span> </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Artinya : “ Maka hendaknya merasa takut orang-orang yang menyalahi perintah Rasul mereka akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih. (An Nur : 63)</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Semua ucapan dan berita yang datang dari Rasulullah <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span> harus diyakini kebenarannya. Karena setiap yang keluar dari lisannya berdasarkan wahyu, bukan dari hawa nafsunya. Sebagaimana firmanNya dalam al Quran :</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="right"><span style="font-family:Traditional Arabic;"><span style="font-size:medium;"><strong>وَمَـا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى إِنْ هُوَ إِلاَّ وَحْـيٌ يُوحَى </strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Artinya : “dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Melainkan berdasarkan wahyu yang diwahyukan (kepadanya)” (An Najm : 3-4)</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Beribadah kepada Allah harus sesuai dan cara dan petunjuk Nabi <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span> . Karena orang yang beramal ibadah dengan cara yang tidak sesuai petunjuk dan bimbingannya, maka ibadah itu tidak akan diterima oleh Allah <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span> , sebagaimana telah    	 	 	 	 	&lt;!&#8211; 		@page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	&#8211;&gt;</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">diriwayatkan oleh Imam Muslim dari hadits Aisyah bahwa Rasulullah <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span> bersabda :</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span style="font-family:Traditional Arabic;"><span style="font-size:medium;"><strong>فَهُوَ مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا رَدٌّ </strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">“Barangsiapa yang beramal suatu amalan yang tidak ada petujuk dari kami, maka amalan tersebut tertolak”</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Pembaca yang kami muliakan, itu adalah sekelumit bagian dari pengenalan kita terhadap pribadi Nabi kita Muhammad <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span> dan prinsip ajarannya. Mudah-mudahan kita termasuk orang yang benar dalam mempersaksikan bahwa beliau <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span> adalah Rasulullah dengan mengamalkan semua yang diperintahkannya, menjauhi larangannya dan beribadah menurut cara dan petunjuknya. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepadanya, nabi akhir zaman Muhammad <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span> .</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Wallahu &#8216;alamu bishawab</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">al Ustadz Faturohman</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahadumarbinkhattab.wordpress.com&amp;blog=2842231&amp;post=11&amp;subd=mahadumarbinkhattab&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahadumarbinkhattab.wordpress.com/2008/06/09/makna-rasulullah-shallallahu-alaihi-wasallam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d5772ca7b7655a0d27500301e9a3d84a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mahadumarbinkhattab</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kalimat لا اله الا الله Bukan Sekedar Ucapan</title>
		<link>http://mahadumarbinkhattab.wordpress.com/2008/03/03/kalimat-%d9%84%d8%a7-%d8%a7%d9%84%d9%87-%d8%a7%d9%84%d8%a7-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-bukan-sekedar-ucapan/</link>
		<comments>http://mahadumarbinkhattab.wordpress.com/2008/03/03/kalimat-%d9%84%d8%a7-%d8%a7%d9%84%d9%87-%d8%a7%d9%84%d8%a7-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-bukan-sekedar-ucapan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 03:54:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mahadumarbinkhattab</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahadumarbinkhattab.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Ustadz Abdul &#8216;Alim, Pengajar Ponpes Umar Bin Khattab Kuningan Sidang pembaca yang kami muliakan, barakallahufikum. Pada edisi kali ini kami akan sajikan kehadapan sidang pembaca tentang keutamaan sesorang mengucapkan kalimat thayibah, kalimat agung yang akan mengantarkan pelakunya mendapat kebaikan dunia dan akhirat. Di dunia, ia akan memperoleh ketenangan dan ketentraman, terpelihara darah dan hartanya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahadumarbinkhattab.wordpress.com&amp;blog=2842231&amp;post=7&amp;subd=mahadumarbinkhattab&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Ustadz Abdul &#8216;Alim, Pengajar Ponpes Umar Bin Khattab Kuningan</p>
<p><title></title> 	<!-- 		@page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	--></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="en-US">Sidang pembaca yang kami muliakan, barakallahufikum. Pada edisi kali ini kami akan sajikan kehadapan sidang pembaca tentang keutamaan sesorang mengucapkan kalimat thayibah, kalimat agung yang akan mengantarkan pelakunya mendapat kebaikan dunia dan akhirat.  Di dunia, ia akan memperoleh ketenangan dan ketentraman, terpelihara darah dan hartanya, serta diterima amalan-amalannya. Di akhirat, ia akan mendapatkan ampunan Allah dan syafaat nabi, serta Allah akan memasukkannya ke dalam surga.Yang menjadi pertanyaan kita adalah, apakah hanya sekedar ucapan saja atau ada syarat dan tuntutan lainnya sehingga seseorang dalam kedudukan sedemikian mulia dengan kalimat tersebut.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Kalimat </span><font face="Tahoma">لاإله إلا الله  </font><span>adalah ucapan yang biasa kita ucapkan sehari-hari bahkan kalimat ini adalah kalimat yang pertama kali yang harus diikrarkan bagi orang yang baru masuk islam. Oleh karena itu, selayaknya bagi kita untuk memahami ucapan </span><font face="Tahoma">لاإله إلا الله </font><span>sesuai dengan apa yang diajarkan dan diamalkan Nabi kita Muhammad</span><font face="AGA Arabesque"><span></span></font><span> agar mendapatkan keutaman-keutamaan tersebut.Untuk menilai syahadat kita masing-masing, marilah kita simak ayat-ayat Al-Quran dan hadist-hadist yang shahih, yang menerangkan tentang hal ini.</span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span id="more-7"></span><span><i><b>Wahhab bin munabbih</b></i></span><span> seorang ulama dari kalangan tabiin, ketika ditanya: “ Apakah kalimat </span><font face="Tahoma">لاإله إلا الله </font><span>adalah kunci masuk surga?”. Beliau menjawab: ”Tentu, tetapi tidaklah suatu kunci pasti punya geriginya.  Jika engkau memiliki kunci yang ada geriginya akan terbuka pintu itu. Kalau tidak ada maka tidak akan terbuka pintu tersebut”.(Shahih Bukhari Kitabul Janaiz Bab Man kana akhiru kalamihi </span><font face="Tahoma">لاإله إلا الله </font><span>)</span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span>Demikianlah, kalimat </span><font face="Tahoma">لاإله إلا الله </font><span>diumpamakan seperti sebuah kunci. Adapun syarat-syarat dan tuntutan-tuntutannya diibaratkan seperti gerigi kunci tersebut. Barangsiapa yang mengucapkan kalimat </span><font face="Tahoma">لاإله إلا الله </font><span>dengan  memenuhi syarat –syarat dan tuntutan-tuntutannya, maka ia akan masuk surga dengan rahmat Allah. Dan barangsiapa yang mengucapkannya hanya di lisan semata tanpa memenuhi syarat-syarat dan tuntutan-tuntutannya, maka ia bagaikan orang yang memiliki kunci yang tak bergerigi, sehingga tidak dapat memberikan manfaat baginya. </span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span>Syarat-syarat dan tuntutan-tuntutan dari kalimat </span><font face="Tahoma">لاإله إلا الله  </font><span>telah dijelaskan oleh Allah dan RasulNya baik dalam Al-Quran dan Al-Hadits, secara tersurat maupun tersirat. Para ulama berusaha mengumpukannya hingga terhimpun 8 syarat yang mesti diketahui oleh kita kaum muslimin. Syarat-syarat tersebut adalah :</span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify" lang="en-US">&nbsp;</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="en-US"><i><b>Memahami 	ma’nanya.</b></i></p>
</li>
</ol>
<p style="text-indent:0.64cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span>Orang yang mengucapkan dan mengikrarkan suatu kalimat, pasti dia sebelumnya sudah paham tentang apa arti kalimat yang diucapkan atau diikrarkannya. Jika tidak, maka ucapannya adalah ucapan kosong, Demikian pula kalimat </span><font face="Tahoma">لاإله إلا الله</font><span>, sebelum mengucapkannya harus tahu maknanya. Sebagaimana firman Allah :</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">&nbsp;</p>
<p dir="rtl" style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="en-US"><font face="Tahoma"><font size="4">فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">“<span>Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang Haq) melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu” (Muhammad :19)</span></p>
<p dir="rtl" style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="en-US">&nbsp;</p>
<p dir="rtl" style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="en-US"><font face="Tahoma"><font size="4">إِلَّا مَنْ شَهِدَ بِالْحَقِّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">“<span>Kecuali orang yang bersaksi dengan kebenaran dan mereka mengetahui ( maknanya)”. (Az-zukhruf :86)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="en-US">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="en-US">Rasulullah bersabda :</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="en-US">&nbsp;</p>
<p dir="rtl" style="margin-bottom:0;" align="justify"><font size="4"><span>&#8220;</span></font><font face="Tahoma"><font size="4">من مات وهو يعلم أنه لا إله إلا الله دخل الجنة</font></font><font size="4"><span>&#8220;</span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">“<span>Barangsiapa yang mati dalam keadaan </span><span><b>mengerti</b></span><span> </span><font face="Tahoma">لاإله إلا الله </font><span>(yaitu tidak ada yang berhak untuk diibadahi dengan banar kecuali Allah) maka ia akan masuk surga”. (Hadits shahih riwayat Imam Muslim dari Utsman bin Affan, nomor : 26)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="en-US">&nbsp;</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="en-US"><i><b>Yakin 	dan tidak ragu-ragu.</b></i></p>
</li>
</ol>
<p style="text-indent:0.64cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span>Orang yang mengikrarkannya dituntut untuk menyakini sepenuh hatinya apa yang dilafadzkannya, bahwa hanya Allah-lah yang berhak untuk diibadahi. Adapun sesembahan selainNya, apabila diibadahi maka itu adalah peribadatan yang batil.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Sebagaimana sabda Rasullullah SAW : “Saya bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah  dan sesungguhnya saya adalah utusan Allah. Tidaklah seorang hamba berjumpa dengan Allah dangan membawa persaksian ini tanpa keraguan, maka pasti ia masuk surga. (HR. Muslim).</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="en-US">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="en-US">Begitu juga firman Allah :</p>
<p dir="rtl" style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="en-US">&nbsp;</p>
<p dir="rtl" style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="en-US"><font face="Tahoma"><font size="4">إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ ءَامَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا </font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">“<span>Sesungguhnya orang-orang mukmin itu hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu”. ( Al-Hujuraat : 15)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="en-US">&nbsp;</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="en-US"><i><b>Ikhlas 	dan tidak mencampuri keikhlasannya dengan tujuan-tujuan dunia.</b></i></p>
</li>
</ol>
<p style="text-indent:0.64cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span>Tuntutan berikutnya adalah orang yang mengucapkan </span><font face="Tahoma">لاإله إلا الله </font><span>dituntut untuk ikhlas karena Allah bukan karena ingin mamperoleh pujian atau terpaksa, bukan untuk mendapatkan wanita atau bukan pula agar terlindungi darah dan hartanya.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Sebagaimana firman Allah :</span></p>
<p dir="rtl" style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="en-US"><font face="Tahoma"><font size="4">وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"> “ <span>Dan tidaklah mereka di perintahkan kecuali agar beribadah hanya kepada Allah dengan ikhlas, memurnikan agama hanya untuk Allah”. ( Al Bayyinah : 5)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="en-US">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Rasulullah bersabda: “Orang yang paling bahagia dengan syafaatku adalah orang yang mengucapkan </span><font face="Tahoma">لاإله إلا الله </font><span>dangan ikhlas dari hatinya. ( HR. al Bukhari dari Abu Hurairah )</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="en-US">&nbsp;</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="en-US"><i><b>Jujur 	tidak dusta. </b></i></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="en-US">Sebagaimana firman Allah:</p>
<p dir="rtl" style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="en-US">&nbsp;</p>
<p dir="rtl" style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="en-US"><font face="Tahoma"><font size="4">يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">“<span>Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur ”. ( At-Taubah : 119).</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Rasulullah telah bersabda : </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">“ <span>Tidaklah seorang hamba bersaksi bahwa tidak ada yang berhak diibadahi dangan benar kecuali Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, dia ucapkan dengan jujur dari hatinya kecuali Allh haramkan baginya api neraka (HR. al Bukhari).</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Adapun orang orang munafiq walaupun mereka mengucapkan </span><font face="Tahoma">لاإله إلا الله </font><span>tetapi karena tidak disertai dengan  keyakinan, keikhlasan dan kejujuran dari hatinya bahkan hati mereka kufur kepada Allah dan RasulNya, maka persaksiannya tidak diterima di sisi Allah dan mereka di akhirat dimasukkan ke dalam api neraka.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="en-US">Sebagaimana firman Allah:</p>
<p dir="rtl" style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="en-US"><font face="Tahoma"><font size="4">إِنَّ اللَّهَ جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">“ <span>Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan samua orang-orang munafik dan orang -orang kafir ke dalam neraka jahannam”. (An Nisaa : 140)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Ini menunjukan bahwa orang yang dapat masuk surga bukan hanya sekedar dengan mengucapkan </span><font face="Tahoma">لاإله إلا الله </font><span>tetapi dia harus memenuhi syarat dan tuntutannya .</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="en-US">&nbsp;</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span><i><b>Cinta 	dan senang terhadap kalimat </b></i></span><font face="Tahoma"><span style="font-style:normal;"><b>لاإله 	إلا الله</b></span><span style="font-style:normal;"><b> </b></span></font><span><i><b>.</b></i></span></p>
</li>
</ol>
<p style="text-indent:0.64cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span>Yaitu cinta akan makna yang terkandung padanya dan cinta terhadap ahli tauhid yang mengamalkan tuntutannya. Adapun kebencian terhadap makna dan tuntutan yang terkandung didalam kalimat </span><font face="Tahoma">لاإله إلا الله </font><span>akan menggugurkan seluruh amalan kebaikanya. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="en-US">Sebagaimana firman Allah:</p>
<p dir="rtl" style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="en-US"><font face="Tahoma"><font size="4">ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">“<span>Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kapada apa yang diturunkan Allah, maka Allah menghapuskan (pahala) amalan-amalan kebaikan mereka”  (Muhammad : 9)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="en-US">&nbsp;</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span><i><b>Tunduk 	dan siap untuk diatur dan terikat dengan tuntutan yg ada didalam 	</b></i></span><span><span style="font-style:normal;"><b>kalimat 	</b></span></span><font face="Tahoma"><span style="font-style:normal;"><b>لاإله 	إلا الله</b></span><span style="font-style:normal;"><b> </b></span></font><span><span style="font-style:normal;"><b>.</b></span></span></p>
</li>
</ol>
<p style="text-indent:0.64cm;margin-bottom:0;" align="justify" lang="en-US"> Yaitu dengan beribadah hanya kapada Allah, melaksanakan perintah-perintahnya dan menjauhi larangannya serta tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun. Sebagai mana firman Allah :</p>
<p style="text-indent:0.64cm;margin-bottom:0;" align="justify" lang="en-US">&nbsp;</p>
<p dir="rtl" style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="en-US"><font face="Tahoma"><font size="4">إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">“<span>Sesungguhnya jawaban orang-orang mu&#8217;min, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan.&#8221; &#8220;Kami mendengar dan kami patuh.&#8221;” (An Nur : 51) </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="en-US">&nbsp;</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="en-US"><i><b>Menerima 	dan tidak menolaknya.</b></i></p>
</li>
</ol>
<p style="text-indent:0.64cm;margin-bottom:0;" align="justify" lang="en-US"> Yaitu menerima dengan lapang dada semua yang dituntut oleh kalimat ini  dangan hati dan lisannya. Sesuai dengan firman Allah :</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">“<span>Katakanlah, bahwa kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami ”. (Al- Baqarah : 136)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="en-US">&nbsp;</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="en-US"><i><b>Meninggalkan 	dan mengingkari segala bentuk sesembahan selain Allah.</b></i></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Rasulullah SAW bersabda :“Barangsiapa yang berkata </span><font face="Tahoma">لاإله إلا الله </font><span>dan mengingkari sesembahan yang disembah selain Allah maka diharamkan harta dan darahnya, sedangkan perhitungannya ( jujur atau tidak ucapannya) di serahkan kepada Allah “. ( HR. Muslim nomor 23)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="en-US">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Uraian di atas menunjukan bahwa kalimat </span><font face="Tahoma">لاإله إلا الله  </font><span>tidak cukup hanya sekedar diucapkan melainkan harus dipenuhi pula syarat-syarat dan tuntutannya. Seandainya orang yang masuk Islam cukup dengan hanya mengucapkan </span><font face="Tahoma">لاإله إلا الله </font><span>dengan tanpa memenuhi syarat dan tuntutannya, niscaya  musyrikin Quraisy diawal dakwah Rasulullah SAW akan mudah menerima dan mengucapkannya. Karena mareka tahu apa makna dan tuntutan </span><font face="Tahoma">لاإله إلا الله </font><span>maka mereka tidak mau menerimanya. Sabagaimana fiman Allah : </span></p>
<p dir="rtl" style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Tahoma"><font size="4">إِنَّهُمْ كَانُوا إِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ يَسْتَكْبِرُونَ</font></font><font size="4">. </font><font face="Tahoma"><font size="4">وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُوا ءَالِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَجْنُونٍ</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">“<span>Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: </span><font face="Tahoma">لاإله إلا الله </font><span>(Tiada  yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri</span> <span>dan mereka berkata: &#8220;Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila?&#8221;. (Ash- Shaffaat: 35-36)</span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span>Demikianlah, keadaan mereka menolak mengucapkan </span><font face="Tahoma">لاإله إلا الله</font><span>, karena mereka tahu makna dan tuntutan </span><font face="Tahoma">لاإله إلا الله</font><span>,  Padahal sebagian mereka meyakini tidak ada yang menciptakan alam ini kecuali Allah. Atau ada di antara mereka beribadah hanya kepada Allah kendati di saat tertentu saja.</span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify">&nbsp;</p>
<p dir="rtl" style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="en-US"><font face="Tahoma"><font size="4">فَإِذَا رَكِبُوا فِي الْفُلْكِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">“<span>Maka apabila mereka naik kapal mereka mendo`a kepada Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya; maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah),” ( Al Ankabut : 65)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">&nbsp;</p>
<p dir="rtl" style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="en-US"><font face="Tahoma"><font size="4">وَإِذَا غَشِيَهُمْ مَوْجٌ كَالظُّلَلِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ فَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">“<span>Dan apabila mereka dilamun ombak yang besar seperti gunung, mereka menyeru Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, lalu sebagian mereka tetap menempuh jalan yang lurus.” (Luqman : 32)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Namun itu semua, keyakinan dan ibadah mereka tersebut tidak memberikan manfaat sedikitpun karena mereka tidak mau menerima tuntutan </span><font face="Tahoma">لاإله إلا الله </font><span>untuk beribadah hanya kepada Allah baik dalam keadaan senang ataupun susah. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Pembaca yang kami muliakan, bagi siapapun yang berpikiran jernih hendaknya belajar dari ayat-ayat tersebut di atas. Jika seseorang beribadah kepada Allah semata disaat terpuruk saja dikatakan musyrik, mau dikatakan apa kepada mereka yang meminta kepada selain Allah di saat susah maupun senang? Padahal kesyirikan tersebut akan membatalkan kalimat syahadat “</span><font face="Tahoma">لاإله إلا الله”</font><span>. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Untuk lebih jelasnya ikutillah edisi berikutnya tentang pembatal-pembatal syahadat  </span><font face="Tahoma">لاإله إلا الله</font><span>. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="id-ID">Wallahu a&#8217;lam.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahadumarbinkhattab.wordpress.com&amp;blog=2842231&amp;post=7&amp;subd=mahadumarbinkhattab&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahadumarbinkhattab.wordpress.com/2008/03/03/kalimat-%d9%84%d8%a7-%d8%a7%d9%84%d9%87-%d8%a7%d9%84%d8%a7-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-bukan-sekedar-ucapan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d5772ca7b7655a0d27500301e9a3d84a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mahadumarbinkhattab</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>لا اله الا الله Da&#8217;wah Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wasallam</title>
		<link>http://mahadumarbinkhattab.wordpress.com/2008/03/03/%d9%84%d8%a7-%d8%a7%d9%84%d9%87-%d8%a7%d9%84%d8%a7-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-dawah-rasulullah-%d8%b5%d9%84%d9%89-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-%d8%b9%d9%84%d9%8a%d9%87-%d9%88%d8%b3%d9%84%d9%85/</link>
		<comments>http://mahadumarbinkhattab.wordpress.com/2008/03/03/%d9%84%d8%a7-%d8%a7%d9%84%d9%87-%d8%a7%d9%84%d8%a7-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-dawah-rasulullah-%d8%b5%d9%84%d9%89-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-%d8%b9%d9%84%d9%8a%d9%87-%d9%88%d8%b3%d9%84%d9%85/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 03:48:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mahadumarbinkhattab</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahadumarbinkhattab.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Ustadz Fathurrohman, Pengasuh Ponpes Ma&#8217;had Umar bin Khattab Kuningan Segala puji kita panjatkan kepada Allah  yang telah melimpahkan berbagai macam kenikmatan-Nya kepada kita semua, terutama nikmat iman dan islam yang merupakan nikmat yang terbesar bagi kita semua. Semoga Allah  selalu menjaga keimanan dan keislaman kita hingga akhir kehidupan kita. Pembaca yang kami [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahadumarbinkhattab.wordpress.com&amp;blog=2842231&amp;post=5&amp;subd=mahadumarbinkhattab&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><title></title> 	<!-- 		@page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	--></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Oleh Ustadz Fathurrohman, Pengasuh Ponpes Ma&#8217;had Umar bin Khattab Kuningan</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font size="2"><span>Segala puji kita  panjatkan kepada Allah </span><font face="AGA Arabesque"><span></span></font><span> yang telah melimpahkan berbagai macam kenikmatan-Nya kepada kita semua, terutama nikmat iman dan islam yang merupakan nikmat yang terbesar bagi kita semua. Semoga Allah  </span><font face="AGA Arabesque"><span></span></font><span> selalu menjaga keimanan dan keislaman kita hingga akhir kehidupan kita.</span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">       <font size="2"><span>Pembaca yang kami muliakan, seperti yang telah kami sampaikan pada edisi pertama, Pada edisi sekarang ini akan kami sajikan perkara yang harus diketahui terlebih dahulu bagi seorang muslim yaitu memahami makna </span></font><font face="Tahoma"><font size="2"><font face="Times New Roman, serif"><font size="3">لا إله إلا الله</font></font></font></font><font size="2"><span>. Kami menganggap ini adalah perkara penting karena perkara inilah yang pertama kali didakwahkan oleh Rasulullah. Oleh karenanya kami ingin sedikit mengulas bagaimana da’wah junjungan kita Rasulullah </span><font face="AGA Arabesque"><span></span></font><span> yang merupakan teladan bagi kita dalam kehidupan ini, mudah-mudahan dengan uraian ini bisa menambah keimanan dan kecintaan kita kepada Allah </span><font face="AGA Arabesque"><span></span></font><span> dan rasul-Nya  </span><font face="AGA Arabesque"><span></span></font><span> . </span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">        <font size="2"><span>Rasulullah </span><font face="AGA Arabesque"><span></span></font><span> ketika beliau diangkat menjadi rasul dan diperintahkan oleh Allah </span><font face="AGA Arabesque"><span></span></font><span> untuk menyeru manusia kedalam islam beliau bangkit dan menyeru mereka agar mengikrarkan At -Tauhid yaitu menjadikan Allah satu-satunya Zat yang berhak untuk diibadahi seraya meninggalkan apa-apa yang sudah biasa mereka lakukan dari perbuatan-perbuatan syirik, seperti ; memuja dan meminta barakah dari patung-patung, percaya dengan dukun dan jimat dan yang lainnya dari jenis kesyirikan.     </span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font size="2"><span>Beliaupun </span><font face="AGA Arabesque"><span></span></font><span> mendatangi tokoh-tokoh Quraisy dan tempat-tempat perkumpulan manusia seperti balai-balai pertemuan dan pasar-pasar dan yang lainnya seraya menyeru mereka  agar mengikrarkan At-Tauhid / </span></font><font face="Tahoma"><font size="2"><font face="Times New Roman, serif"><font size="3">لاإله إلا الله</font></font>  </font></font><font size="2"><span>dan meninggalkan semua bentuk kesyirikan.                                                    </span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span id="more-5"></span><font size="2"><span>Akan tetapi kebanyakan mereka tidaklah menyambut seruan Rasulullah </span><font face="AGA Arabesque"><span></span></font><span> tersebut dengan penuh penerimaan bahkan menyambutnya dengan penuh pengingkaran dan  permusuhan.</span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">           <font size="2"><span>Mari kita simak bersama apa yang diceritakan oleh salah seorang sahabat nabi yang mulia </span><span><b>Thariq al Muhariby</b></span><span> </span><font face="AGA Arabesque"><span></span></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="id-ID">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">  “<font size="2"><span>Saya melihat Rasulullah </span><font face="AGA Arabesque"><span></span></font><span> lewat di pasar Dzil Majaaz dan beliau mengenakan baju merah seraya berkata ; “Wahai manusia, katakanlah </span></font><font face="Tahoma"><font size="2"><font face="Times New Roman, serif"><font size="3">لا إله إلا الله</font></font>  </font></font><font size="2"><span>niscaya kalian selamat” dan dibelakang beliau seorang laki-laki melempari beliau dengan batu hingga kaki dan tumit beliau </span><font face="AGA Arabesque"><span></span></font><span> berlumuran darah. Lelaki itu berkata ; ”Wahai manusia, janganlah kalian mentaati dia! karena dia adalah seorang pendusta” Sayapun bertanya; “ Siapa orang itu ?” Orang-orang menjawab; ”Seorang dari keturunan Abdul Muthalib” Saya bertanya kembali; ”Siapakah orang yang dibelakangnya yang melemparinya dengan batu ?” Mereka menjawab; ”Abdul’uzza-Abu Lahab” </span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="id-ID"> <font size="2"><font size="2">[kisah ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dan yang lainnya dengan sanad yang shahih].</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;"><font size="2"><span><span>Penyebab pengingkaran mereka terhadap da’wah Rasulullah  </span></span><font face="AGA Arabesque"><span><span></span></span></font><span> </span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font size="2"><span>Ada banyak faktor yang menyebabkan mereka mengingkari da’wah Rasulullah </span><font face="AGA Arabesque"><span></span></font><span>, Diantaranya adalah dikarenakan terlalu kentalnya keterikatan batin mereka dengan kebiasaan nenek moyang mereka yang berada diatas kesyirikan yang pada kenyataannya sangat bertentangan dengan da’wah yang diemban oleh Rasulullah </span><font face="AGA Arabesque"><span></span></font><span>. Padahal inti seruan dakwah Rasulullah</span><font face="AGA Arabesque"><span></span></font><span> adalah harus meninggalkan kesyirikan-kesyirikan yang sudah biasa mereka lakukan dan menjadikan seluruh ibadah hanya untuk Allah </span><font face="AGA Arabesque"><span></span></font><span> semata. Inilah yang menjadikan mereka enggan untuk mengikuti ajaran Islam.</span></font></p>
<p dir="rtl" style="margin-bottom:0;" align="left" lang="id-ID">&nbsp;</p>
<p dir="rtl" style="margin-bottom:0;" align="left"><font size="2"><span>Allah </span><font face="AGA Arabesque"><span></span></font><span> menjelaskan hal ini didalam Al Qur’an</span></font></p>
<p dir="rtl" style="margin-bottom:0;" align="left" lang="id-ID">&nbsp;</p>
<p dir="rtl" style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="id-ID"><font face="Traditional Arabic"><font size="3"><b>وَعَجِبُوا أَنْ جَاءَهُمْ مُنْذِرٌ مِنْهُمْ وَقَالَ الْكَافِرُونَ هَذَا سَاحِرٌ كَذَّابٌ</b></font></font><font face="Traditional Arabic"><font size="2"><b>.</b></font></font><font face="Traditional Arabic"><font size="3"><b>أَجَعَلَ الْآلِهَةَ إِلَهًا وَاحِدًا إِنَّ هَذَا لَشَيْءٌ عُجَابٌ</b></font></font><font face="Traditional Arabic"><font size="2"><b>.</b></font></font><font face="Traditional Arabic"><font size="3"><b>وَانْطَلَقَ الْمَلَأُ مِنْهُمْ أَنِ امْشُوا وَاصْبِرُوا عَلَى ءَالِهَتِكُمْ إِنَّ هَذَا لَشَيْءٌ يُرَادُ</b></font></font><font face="Traditional Arabic"><font size="2"><b>.</b></font></font><font face="Traditional Arabic"><font size="3"><b>مَا سَمِعْنَا بِهَذَا فِي الْمِلَّةِ الْآخِرَةِ إِنْ هَذَا إِلَّا اخْتِلَاقٌ</b></font></font></p>
<p dir="rtl" style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="id-ID">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">“<font size="2"><font face="(normal text), Times New Roman, serif"><span>Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul)          dari        kalangan mereka, dan orang-orang kafir berkata: &#8220;Ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta&#8221;. Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan yang satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan.Dan pergilah pemimpin-pemimpin mereka (seraya berkata): &#8220;Pergilah kalian dan tetaplah (beribadah kepada) tuhan-tuhan kalian, sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang dikehendaki. Kami tidak pernah mendengar hal ini (mengesakan Allah </span></font><font face="AGA Arabesque"><span></span></font><span> dalam beribadah) </span><font face="(normal text), Times New Roman, serif"><span>dalam agama yang terakhir, ini  tidak lain hanyalah (dusta) yang diada-adakan.                     {</span></font><font face="(normal text), Times New Roman, serif"><span><i>Ash Shaad ; 4-7</i></span></font><font face="(normal text), Times New Roman, serif"><span>}.</span></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="id-ID">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">          <font size="2"><font face="(normal text), Times New Roman, serif"><span>Dalam keadaan yang seperti itu, Rasulullah </span></font><font face="AGA Arabesque"><span></span></font><span> tidak pernah mengenal istilah mundur bahkan beliau terus bersabar menyeru kaumnya agar mereka mengikuti ajaran Islam dan meninggalkan semua jenis kesyirikan. Beliaupun mengutus para sahabat ke negeri-negeri yang lainnya untuk menyeru kepada At-Tauhid, sehingga dengan semata-mata kehendak Allah </span><font face="AGA Arabesque"><span></span></font><span> dan karunia-Nya akhirnya ajaran Islam bisa tegak dimuka bumi ini.</span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="id-ID">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font size="2"><font face="(normal text), Times New Roman, serif"><span>Para pembaca yang mulia ! {</span></font><font face="(normal text), Times New Roman, serif"><span><i>semoga Allah </i></span></font><font face="AGA Arabesque"><span><i></i></span></font><span><i> merahmati kita semuanya</i></span><span>}. </span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font size="2"><font face="(normal text), Times New Roman, serif"><span>Perlu kita ketahui bersama  bahwasanya da’wah  yang  diemban  oleh  para  rasul </span></font></font><font face="Tahoma"><font size="2"><font face="Times New Roman, serif"><font size="3">عليهم السلام</font></font> </font></font><font size="2"><font face="(normal text), Times New Roman, serif"><span>adalah satu yaitu menyeru manusia kepada At-Tauhid </span></font><span>  </span></font><font face="Tahoma"><font size="2"><font face="Times New Roman, serif"><font size="3">لا إله إلا الله</font></font></font></font><font size="2"><span>.                             </span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font size="2"><span>Allah </span><font face="AGA Arabesque"><span></span></font><span>  berfirman ;  </span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="id-ID">&nbsp;</p>
<p dir="rtl" style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="id-ID"><font face="Traditional Arabic"><font size="4"><b>وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ</b></font></font></p>
<p style="margin-left:0.05cm;margin-bottom:0;" align="justify"><font size="2"><span><i>Dan kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan kami wahyukan kepadanya: &#8220;Bahwasanya tidak ada sesembahan yang (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian Aku&#8221;.</i></span><span>   {Al Anbiya ;25}.</span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="id-ID">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font size="2"><span><span style="font-style:normal;"><span>Kalimat At-Tauhid </span></span></span></font><font face="Tahoma"><font size="2"><font face="Times New Roman, serif"><font size="3"><span style="font-style:normal;"><span>لا إله إلا الله</span></span></font></font><i><b> </b></i></font></font><font size="2"><span>yang diseru oleh para rasul </span></font><font face="Tahoma"><font size="2"><font face="Times New Roman, serif"><font size="3">عليهم السلام</font></font>  </font></font><font size="2"><font face="(normal text), Times New Roman, serif"><span>adalah kewajiban  pertama yang harus diikrarkan oleh setiap manusia.</span></font><font face="(normal text), Times New Roman, serif"><span><i><b> </b></i></span></font><font face="(normal text), Times New Roman, serif"><span><span style="font-style:normal;"><span>Akan tetapi, tidaklah cukup hanya ucapan dengan lisan semata tanpa mengetahui makna dan konsekwensi bagi orang yang mengucapkannya seperti yang terjadi pada kebanyakan manusia pada zaman kita sekarang. Sehingga tidak mengherankan kalau mereka mengucapkan kalimat tersebut tapi disaat yang sama merekapun masih suka meminta-minta ke kuburan, datang bertanya pada dukun, memakai jimat penolak bala,  bernadzar untuk kuburan yang dianggap keramat atau hal-hal yang lainnya dari bentuk-bentuk kesyirikan</span></span></span></font><font face="(normal text), Times New Roman, serif"><span><i><span>. </span></i></span></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="id-ID">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="id-ID"><font size="2">	Maka sudah menjadi kewajiban yang paling utama bagi kita untuk mengetahui makna kalimat yang mulia ini</font><font face="Tahoma"><font size="2"><font face="Times New Roman, serif"><font size="3">لاإله إلا الله</font></font>  </font></font><font size="2">dan mengetahui konsekwensi bagi orang yang mengucapkannya, sehingga kita tidak terjatuh pada hal-hal yang bertentangan dengan kalimat yang mulia tersebut. </font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="id-ID">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="id-ID"><font size="2">Makna </font><font face="Tahoma"><font size="2"><font face="Times New Roman, serif"><font size="3">لاإله إلا الله</font></font> </font></font><font size="2">adalah </font><font face="Tahoma"><font size="2"><font face="Times New Roman, serif"><font size="3">لا معبود بحق إلا الله</font></font> </font></font><font size="2">(tidak ada yang berhak diibadahi melainkan Allah). Sebagaimana uraian sebelumnya, ketika seseorang mengikrarkan </font><font face="Tahoma"><font size="2"><font face="Times New Roman, serif"><font size="3">لاإله إلا الله</font></font>  </font></font><font size="2">maka konsekuensinya adalah ia hanya beribadah kepada Allah semata dan meninggalkan segala bentuk peribadatan kepada selainNya. Di antara bentuk peribadatan adalah berdoa, bertawakal, berlindung, nadzar, menyembelih, berharap, takut dan lain-lain. Oleh karenanya, diharamkan seorang muslim berdoa, berlindung, bertawakal, berharap dan sejenisnya kepada selain Allah. Tidak boleh dilakukan walau kepada Nabi atau malaikat sekalipun. Jika kepada hamba-hamba yang demikian dekat dengan Allah dan dicintaiNya  kita tidak diperkenankan melakukan itu semua, lebih-lebih lagi kepada orang yang belum jelas memiliki kedudukan mulia dalam pandangan Allah. </font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="id-ID">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="id-ID">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="id-ID"><font size="2">Allah berfirman :</font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="id-ID">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Traditional Arabic"><font size="4"><b>مَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُؤْتِيَهُ اللَّهُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ ثُمَّ يَقُولَ لِلنَّاسِ كُونُوا عِبَادًا لِي مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلَكِنْ كُونُوا رَبَّانِيِّينَ بِمَا كُنْتُمْ تُعَلِّمُونَ الْكِتَابَ وَبِمَا كُنْتُمْ تَدْرُسُونَ </b></font></font><font face="Traditional Arabic"><font size="4"><b>. </b></font></font><font face="Traditional Arabic"><font size="4"><b>وَلَا يَأْمُرَكُمْ أَنْ تَتَّخِذُوا الْمَلَائِكَةَ وَالنَّبِيِّينَ أَرْبَابًا أَيَأْمُرُكُمْ بِالْكُفْرِ بَعْدَ إِذْ أَنْتُمْ مُسْلِمُونَ </b></font></font><font face="Traditional Arabic"><font size="4"><b>.</b></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">“<font face="Times New Roman, serif"><font size="2">Tidak wajar bagi seorang manusia yang Allah berikan kepadanya al Kitab, hikmah dan kenabian lalu ia berkata kepada manusia “Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah.” Akan tetapi (dia berkata) “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani karena kamu selalu mengajarkan al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya”. Dan tidak wajar pula baginya menyuruhmu menjadikan malaikat dan para nabi sebagai tuhan. Apakah patut dia menyuruhmu berbuat kekafiran di waktu kamu sudah menganut agama Islam?</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="id-ID"><font size="2">(Surat Ali Imran 79-80)</font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="id-ID">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="id-ID"><font size="2">Pembaca yang mulia, barakallahufikum. Inilah makna yang dikehendaki oleh agama ini ketika seseorang mengikrarkan kalimat </font><font face="Tahoma"><font size="2"><font face="Times New Roman, serif"><font size="3">لاإله إلا الله</font></font></font></font><font size="2">. Inilah yang diajarkan oleh Rasulullah kepada para sahabatnya yang kemudian diwariskan kepada generasi setelahnya hingga kepada kita sekarang ini. Namun dalam kenyataannya, syaitan tidak menghendaki makna itu dipahami secara benar oleh kaum muslimin. Syaitan berusaha menggelincirkan umat ini dengan mengaburkan makna kalimat </font><font face="Tahoma"><font size="2"><font face="Times New Roman, serif"><font size="3">لاإله إلا الله </font></font></font></font><font size="2">seraya menghiasi amal-amal kesyirikan seperti yang tergambarkan di atas bukan sebagai kesyirikan. </font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center" lang="id-ID">&nbsp;</p>
<p dir="rtl" style="margin-bottom:0;font-style:normal;" align="justify" lang="id-ID"> <font face="Traditional Arabic"><font size="3"><b>وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا</b></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center" lang="id-ID">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="id-ID"> <font face="Times New Roman, serif"><font size="2">Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="id-ID">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="id-ID"> <font face="Times New Roman, serif"><font size="2">Akhirnya, setelah memahami makna kalimat </font></font><font face="Tahoma"><font size="2"><font face="Times New Roman, serif"><font size="3">لاإله إلا الله</font></font></font></font><font face="Times New Roman, serif"><font size="2">, maka insya Allah pada edisi berikutnya akan kami sajikan syarat-syarat seseorang  mengucapkan </font></font><font face="Tahoma"><font size="2"><font face="Times New Roman, serif"><font size="3">لاإله إلا الله</font></font>  </font></font><font face="Times New Roman, serif"><font size="2">Semoga sajian tersebut bisa kita ikuti bersama. </font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="id-ID"> <font face="Times New Roman, serif"><font size="2">Wallahu a&#8217;lam. </font></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahadumarbinkhattab.wordpress.com&amp;blog=2842231&amp;post=5&amp;subd=mahadumarbinkhattab&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahadumarbinkhattab.wordpress.com/2008/03/03/%d9%84%d8%a7-%d8%a7%d9%84%d9%87-%d8%a7%d9%84%d8%a7-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-dawah-rasulullah-%d8%b5%d9%84%d9%89-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-%d8%b9%d9%84%d9%8a%d9%87-%d9%88%d8%b3%d9%84%d9%85/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d5772ca7b7655a0d27500301e9a3d84a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mahadumarbinkhattab</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Ahlussunah</title>
		<link>http://mahadumarbinkhattab.wordpress.com/2008/02/03/mengenal-ahlussunah/</link>
		<comments>http://mahadumarbinkhattab.wordpress.com/2008/02/03/mengenal-ahlussunah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Feb 2008 03:51:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mahadumarbinkhattab</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahadumarbinkhattab.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Abu Zaki bin Muchtar, Redaksi Buletin Ahlussunnah Waljama&#8217;ah Ahlussunnah sebenarnya nama yang tidak asing di telinga kita. Bagi sebagian kaum muslimin, makna Ahlussunnah berarti orang yang menjalankan ibadah-ibadah yang tidak diwajibkan dalam agama ini. Pemahaman seperti itu perlu lebih diperjelas dan diperinci. Oleh karenanya, pada edisi perdana ini, Buletin Dakwah AHLUSSUNNAH akan disajikan kepada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahadumarbinkhattab.wordpress.com&amp;blog=2842231&amp;post=6&amp;subd=mahadumarbinkhattab&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><title></title> 	<!-- 		@page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	--></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Oleh Abu Zaki bin Muchtar, Redaksi Buletin Ahlussunnah Waljama&#8217;ah</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font size="2">Ahlussunnah sebenarnya nama yang tidak asing di telinga kita. Bagi sebagian kaum muslimin, makna Ahlussunnah berarti orang yang menjalankan ibadah-ibadah yang tidak diwajibkan dalam agama ini. Pemahaman seperti itu  perlu lebih diperjelas dan diperinci.                </font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font size="2">Oleh karenanya, pada edisi perdana ini, Buletin Dakwah AHLUSSUNNAH akan disajikan kepada sidang pembaca yang kami muliakan, apa makna Ahlussunnah dan amalan seperti apa sehingga seseorang dinamakan Ahlussunnah. Ini penting kita dahulukan, agar tidak terjadi</font> <font size="2">kekeliruan<br />
dalam memahami Ahlussunnah. Terkadang, akibat dari kesalahan dalam memahami suatu ajaran, sering memunculkan sikap salah paham dan berlebihan. Yang seharusnya dicintai, justru dimusuhi. Yang seharusnya didekati malah dijauhi. Kepada Allah </font><font face="AGA Arabesque"><font size="2"><span></span></font></font><font size="2"> kami mohon petunjuk agar dibimbing dengan benar dalam menjelaskan perkara ini.</font></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID"><span id="more-6"></span><font size="2"><b>Mendudukan makna Sunnah.</b></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font size="2"><span>Makna sunnah yang paling banyak dikenal oleh sebagian kaum muslimin adalah menjalankan ibadah yang bukan wajib. Seperti shalat-shalat sunnah, puasa sunnah dan amalan-amalan sunnah lainnya. Makna seperti itu adalah sunnah dari sisi fikih, yaitu apabila diamalkan berpahala jika ditinggalkan tidak menimbulkan dosa. Sedangkan sunnah yang dimaksudkan syariat ini sebagaimana banyak kita dapati dalam  hadits-hadits yang sahih dimana kita diperintahkan untuk berpegang teguh dengannya adalah apa yang ditetapkan oleh Rasulullah </span><font face="AGA Arabesque"><span></span></font><span> dalam bentuk perintah maupun larangan beliau. Juga dalam bentuk ucapan, perbuatan maupun persetujuan beliau </span><font face="AGA Arabesque"><span></span></font><span>. Inilah makna sunnah yang dikehendaki agama ini, sebagaimana beliau sabdakan : </span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="id-ID">&nbsp;</p>
<p dir="rtl" style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Arabic Transparent"><font size="3"><b>فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ مِنْ بَعْدِي عَضُّوْا عَلَيْهَا بِانَّوَاجِذِ</b></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">‘<font size="2"><i>Wajib bagi kalian untuk berpegang dengan sunnahku dan sunnah para khalifah yang lurus dan terbimbing yang hidup setelahku. Gigitlah ia dengan geraham kalian</i>.”<span>(HR </span><span><b>At Tirmidzi</b></span><span> dan </span><span><b>Ibnu Majah</b></span><span> dari </span><span><b>Irbadh bin Sariyah</b></span><span>) </span></font></p>
<p dir="rtl" style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Arabic Transparent"><font size="3"><b>فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِيْ فَلَيْسَ مِنِّيْ</b></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">“<font size="2"><span><i>Barang siapa yang tidak suka dengan sunnahku, maka dia bukan golonganku</i></span><span>” (</span><span><b>Bukhari-Muslim</b></span><span> dari hadits </span><span><b>Anas bin Malik</b></span><span>).</span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="id-ID">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font size="2"><span>Hadits di atas memberi faedah kepada kita, bahwa perintah mengikuti tuntunan sunnah yang dikehendaki adalah mengamalkan apa yang ditetapkan Rasulullah </span><font face="AGA Arabesque"><span></span></font><span>, apakah dalam perkara aqidah, ibadah, akhlak, pola pikir, muamalah dan lain-lainnya. Dengan demikian, orang yang dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan menjalankan apa yang Rasulullah </span><font face="AGA Arabesque"><span></span></font><span> tetapkan, dinamakan Ahlussunnah. </span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="id-ID"><font size="2">Setelah paham makna sunnah, kita mesti pula memahami makna <i><b>Al Jamaah</b></i>. Sebab, Ahlussunnah tidak bisa dilepaskan dari kata <i><b>Al Jamaah</b></i>. Penting bagi kaum muslimin memahami makna ini, karena di tengah masyarakat muncul kesan yang jelek tentang al jamaah, seperti Islam Jamaah atau Jamaah Islamiyah (JI). Islam Jamaah adalah kelompok yang mengkafirkan sesama muslim yang tidak ikut golongannya. Karena sudah jelek namanya, akhirnya berganti nama menjadi LDII. Padahal keyakinannya tidak berubah sedikitpun. Sedangkan Jamaah Islamiyah adalah sekumpulan orang-orang yang bermimpi mendirikan negara Islam, juga dengan cara mengkafirkan orang lain, tapi yang di bidik terlebih dahulu adalah dengan mengkafirkan pemerintahannya. Diajaknya umat untuk membenci pemerintah dengan menyebut pemerintah ini thogut, dholim dan kafir, sehingga muncul pembangkangan terhadap pemerintahnya.</font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font size="2"><span>Adapun makna yang dikehendaki dari al Jamaah disini adalah Rasulullah </span><font face="AGA Arabesque"><span></span></font><span> dan para sahabat yang hidup bersamanya dan orang-orang yang hidup setelah mereka dengan menjalankan apa yang Rasul </span><font face="AGA Arabesque"><span></span></font><span> dan para sahabat menjalankannya.</span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="id-ID"><font size="2">Ini sesuai dengan riwayat berikut ini :</font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font size="2">Hadits <b>Abdullah bin Amr</b> yang diriwayatkan oleh <b>At Tirmidzi</b>, bahwa Rasulullah<font face="AGA Arabesque"><span></span></font> bersabda : </font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">&nbsp;</p>
<p dir="rtl" style="margin-top:0.11cm;margin-bottom:0;" align="justify"> <font face="Traditional Arabic"><font size="3"><b>وَتَفْتَرِقُ أُمَّتيِ عَلَى ثَلاَثِ وَسَبْعِيْنَ مِلَّةَ كُلُّهَا فىِ النَّارِ إِلاَّ وَاحِدَةً</b></font></font><font face="Georgia, serif"><font size="3">: </font></font><font face="Traditional Arabic"><font size="3"><b>مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابيِ</b></font></font></p>
<p style="margin-top:0.11cm;margin-bottom:0;" align="justify"> “<font face="Georgia, serif"><font size="2"><i><font face="Times New Roman, serif">Akan terpecah belah umatku menjadi tujuh puluh tiga golongan, semuanya akan masuk neraka kecuali satu golongan yaitu : </font><font face="Times New Roman, serif"><b>apa yang aku dan para sahabatku berada di atasnya</b></font></i><font face="Times New Roman, serif"><span style="font-style:normal;">”. </span></font></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font size="2">Adapun dalam riwayat <b>Ibnu Majah</b> dari <b>Auf bin Malik</b>, ketika ditanya, siapakah golongan yang selamat dari api neraka itu? Rasulullah <font face="AGA Arabesque"><span></span></font> menjawab : “<b>Al Jamaah</b>”. </font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font size="2"><span>Dengan demikian, Ahlussunnah Waljamaah bermakna muslim yang beramal dengan apa yang diamalkan oleh Rasulullah </span><font face="AGA Arabesque"><span></span></font><span> dan para sahabatnya, yang dalam memahami pengamalan tersebut sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh Rasulullah</span><font face="AGA Arabesque"><span></span></font><span>, walaupun orang tersebut sendirian dan terpencil. Sebagaimana yang dikatakan Ibnu Mas&#8217;ud, seorang sahabat Nabi :</span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="id-ID">&nbsp;</p>
<p dir="rtl" style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="id-ID"> <font face="Arabic Transparent"><font size="3"><b>اَلْجَمَاعَةُ مَا وَافَقَ الْحَقَّ وَلَوْ كُنْتَ وَحْدَك</b></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">“<font size="2"><span><i><b>Al Jamaah</b></i></span><span>, </span><span><i>sepakat dengan kebenaran (yang dibawa Rasulullah dan para sahabat) walau engkau sendirian</i></span><span>”</span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font size="2">Sungguh terasa mudah sekali agama ini. Kita tinggal mengikuti dan mengamalkan apa yang telah diperbuat oleh Nabi kita <font face="AGA Arabesque"><span></span></font> dan para sahabatnya. Selain itu, keberadaan mereka bisa menjadi ukuran apakah seseorang bisa dikatakan Ahlussunnah atau bukan. Bagi mereka yang mengikuti dan mengamalkan ajaran beliau dengan penuh keikhlasan, kesungguhan dan kecintaan maka merekalah Ahlussunnah. Sebaliknya, walau mengaku diri sebagai Ahlussunnah, namun pengamalannya berbeda dengan apa yang diamalkan Rasulullah<font face="AGA Arabesque"><span></span></font> dan para sahabatnya, pengakuan ini sungguh sulit diterima. Bagaimana dikatakan Ahlussunnah jika makna sunnah tidak dimengerti dan amalan sunnah tidak pernah dikerjakan.</font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font size="2">Jika kita berkaca pada sejarah, pada awalnya umat Islam adalah umat yang satu. Mereka berjalan di atas bimbingan Rasulullah <font face="AGA Arabesque"><span></span></font>. Apa yang Rasulullah <font face="AGA Arabesque"><span></span></font> perintahkan mereka kerjakan. Sebaliknya, semua larangan beliau segera mereka tinggalkan. Mereka tidak banyak mengajukan pertanyaan. Yang mereka ucapkan hanya “Kami dengar dan taat”. Lebih dari itu, mereka menerima dengan lapang dada semua yang ditetapkan Rasulullah<font face="AGA Arabesque"><span></span></font>. Saat itu tidak ada istilah Ahlussunnah. Sebab jika disebutkan seorang muslim, niscaya muslim yang dimaksud adalah orang yang dengan amalan sebagaimana gambaran di atas. Istilah ini baru dikenal jauh sepeninggal Rasulullah<font face="AGA Arabesque"><span></span></font> tatkala fitnah dan prahara menimpa kaum muslimin. Keadaan ini terjadi disebabkan bermunculannya orang-orang Islam yang tidak menjadikan Rasulullah<font face="AGA Arabesque"><span></span></font> dan para sahabatnya sebagai ikutan dan tempat rujukan dalam berbagai persoalan. Akhirnya kaum muslimin terpecah belah. Ada yang mencela dan membenci para sahabat Nabi, ada juga yang berlebihan-lebihan kepada sahabat yang lainnya. Muncul pula saat itu keyakinan bahwa Allah tidak mentaqdirkan apapun terhadap hambaNya dan muncul pula segolongan manusia yang meyakini bahwa Allah tidak memiliki sifat atau hanya dikebiri dalam beberapa sifat saja. Dalam situasi seperti itulah, istilah Ahlussunah waljamaah muncul untuk sebutan bagi siapapun yang mengembalikan urusan agama ini kepada apa yang telah diyakini oleh Rasulullah<font face="AGA Arabesque"><span></span></font> dan para sahabatnya. </font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font size="2">Sejatinya kita diperintahkan untuk berpijak dengan bimbingan Nabi<font face="AGA Arabesque"><span></span></font> dan para sahabatnya, seperti yang Allah isyaratkan dalam al Quran :</font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">&nbsp;</p>
<p dir="rtl" style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Tahoma"><font size="2"><font face="Arabic Transparent"><font size="3"><b>وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرً</b></font></font>ا</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">“<font size="2"><i>Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan<br />
mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu&#8217;min, Kami biarkan ia leluasa<br />
terhadap kesesatan yang telah dikuasinya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.”</i></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font size="2">Bahkan Allah menegaskan, orang yang beriman seperti imannya Rasul<font face="AGA Arabesque"><span></span></font> dan para sahabatnya, mereka itulah yang mendapat petunjuk Allah.</font></p>
<p dir="rtl" style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Tahoma"><font size="2"><font face="Arabic Transparent"><font size="3"><b>وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرً</b></font></font>ا</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">“<font size="2"><i>Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan<br />
mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu&#8217;min, Kami biarkan ia leluasa<br />
terhadap kesesatan yang telah dikuasinya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.”</i></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font size="2">Bahkan Allah menegaskan, orang yang beriman seperti imannya Rasul<font face="AGA Arabesque"><span></span></font> dan para sahabatnya, mereka itulah yang mendapat petunjuk Allah.</font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">&nbsp;</p>
<p dir="rtl" style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Arabic Transparent"><font size="3"><b>فَإِنْ ءَامَنُوا بِمِثْلِ مَا ءَامَنْتُمْ بِهِ فَقَدِ اهْتَدَوْا وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا هُمْ فِي شِقَاقٍ فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللَّهُ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ</b></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">“<font size="2"><i>Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu). Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”</i></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font size="2">Dua ayat tersebut di atas sudah mencukupkan buat kita agar kita mengikuti bimbingan Rasulullah<font face="AGA Arabesque"><span></span></font> dan para sahabatnya karena mereka itulah Ahlussunnah waljamaah. Keberadaan mereka sebagai barometer untuk menilai seseorang berpijak di atas sunnah atau tidak.  Lebih-lebih, para pendahulu umat ini terutama dari kalangan para ulamanya selalu menasihati kita semua untuk mengembalikan urusan agama ini kepada Rasul dan para sahabatnya. Dengan perantara ilmu yang mereka sampaikan, kita jadi mengerti bahwa tanpa mengikuti bimbingan Rasul<font face="AGA Arabesque"><span></span></font> dan para sahabatnya kita –na’udzubillah—akan tersesat dengan sejauh-jauh kesesatan, apalagi mempertentangkannya dengan pendapat orang selain mereka atau dengan dalih kebiasaan.</font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font size="2">Kita lihat, apa yang diucapkan oleh para ulama terdahulu yang memang layak untuk kita perhatikan ucapannya. </font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font size="2"><b>Al Imam Asy Syafi’i</b> Rahimahullah mengatakan : “Jika kalian dapati ada sunnah dari Rasulullah<font face="AGA Arabesque"><span></span></font> yang bertentangan dengan ucapanku, maka peganglah sunnah Rasul dan tinggalkan ucapanku. Karena akupun akan berpendapat dengan sunnah itu”.</font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font size="2"><b>Al Imam Az Zuhri</b> mengatakan : Para ulama kita terdahulu mengatakan : “berpegang teguh dengan sunnah adalah jalan keselamatan”</font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font size="2">Pembaca yang kami muliakan, walaupun dengan sangat terbatas, paling tidak kita dapat memahami makna Ahlussunnah waljamaah dan bagaimana seharusnya seorang Ahlussunnah beramal. Untuk itu Insya allah pada edisi berikutnya akan kami sajikan untuk sidang pembaca, apa yang seharusnya perlu kita ketahui terlebih dahulu dalam memahami agama ini. <b>Wallahu a&#8217;lam</b>. Wabillahi taufiq.</font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mahadumarbinkhattab.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahadumarbinkhattab.wordpress.com&amp;blog=2842231&amp;post=6&amp;subd=mahadumarbinkhattab&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahadumarbinkhattab.wordpress.com/2008/02/03/mengenal-ahlussunah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d5772ca7b7655a0d27500301e9a3d84a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mahadumarbinkhattab</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
